Surabaya Memiliki Salah Satu Populasi Kendaraan Terbesar di Indonesia
Surabaya Semakin Padat, dan Brand Semakin Sulit Mendapatkan Perhatian Konsumen
Dengan meningkatnya biaya iklan digital dan semakin ketatnya persaingan di berbagai platform media sosial, semakin banyak brand yang kembali menggunakan Out-of-Home Advertising (OOH) sebagai salah satu kanal pemasaran penting untuk membangun brand awareness secara luas.
Namun, saat ini iklan OOH tidak lagi hanya terbatas pada billboard statis tradisional. Salah satu format yang berkembang pesat adalah Mobile Advertisement, yaitu iklan yang ditampilkan pada kendaraan bergerak seperti mobil, kendaraan mitra ride-hailing, dan bus Trans Jatim.
Pertanyaannya: apakah media seperti ini masih memberikan nilai bagi kota seperti Surabaya?
Berdasarkan data pemerintah, informasi operator transportasi, penelitian akademik, dan tren perilaku konsumen terbaru, jawabannya adalah:
Ya, dan potensinya terus berkembang.
Surabaya Memiliki Salah Satu Pasar Kendaraan Terbesar di Indonesia
Berdasarkan data terbaru, jumlah kendaraan bermotor di Surabaya telah mencapai sekitar 3,81 juta unit pada tahun 2025.
Rinciannya meliputi:
- Sekitar 3,05 juta sepeda motor
- Lebih dari 573 ribu mobil penumpang
Jika diperluas ke wilayah Jawa Timur, jumlah kendaraan mencapai sekitar 26,7 juta unit, menjadikannya salah satu pasar mobilitas terbesar di Indonesia.
Bagi para marketer, angka ini menunjukkan peluang yang jelas:
“Semakin tinggi mobilitas masyarakat, semakin besar peluang brand mendapatkan eksposur berulang melalui media OOH.”
Berbeda dengan iklan digital yang dapat dilewati hanya dalam beberapa detik, kendaraan berbranding hadir di ruang publik nyata dan menciptakan interaksi visual dengan konsumen sepanjang hari.
Kemacetan Lalu Lintas Menjadi Keuntungan bagi Iklan OOH
Salah satu faktor penting yang memengaruhi efektivitas OOH adalah dwell time, yaitu durasi waktu konsumen melihat sebuah iklan.
Beberapa area dengan volume kendaraan tinggi di Surabaya antara lain:
- Jalan Diponegoro
- Jalan Urip Sumoharjo
- Kawasan Stasiun Wonokromo
- Jalan Basuki Rahmat
- Area Mayjend Yono Suwoyo
- Raya Darmo
- HR Muhammad
- Mayjen Sungkono
Pada jam sibuk pagi dan sore hari, terutama jalur Bundaran Waru menuju Darmo hingga Kertajaya, kendaraan sering bergerak lambat atau berhenti.
Dalam perspektif iklan OOH, kondisi ini justru menjadi peluang karena konsumen memiliki waktu lebih lama untuk memperhatikan pesan iklan.
Ketika kendaraan berbranding atau bus iklan berada di tengah kemacetan, konsumen dapat melihat lebih jelas:
Logo brand, informasi produk, dan pesan kampanye.
Pengembangan Smart City Membuat Mobilitas Surabaya Lebih Terukur
Pemerintah Kota Surabaya terus mengembangkan konsep Smart City melalui sistem SITS (Surabaya Intelligent Transport System).
Saat ini, lebih dari 1.000 titik CCTV telah terhubung untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time.
Pada saat yang sama, penggunaan transportasi umum mengalami peningkatan signifikan.
Jumlah pengguna transportasi publik di Surabaya meningkat dari:
Sekitar 1,9 juta penumpang pada tahun 2023
menjadi:
Lebih dari 7 juta penumpang pada tahun 2025
Hal ini menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya memiliki tingkat mobilitas tinggi, tetapi juga pola pergerakan konsumen yang semakin terkonsentrasi di area tertentu sehingga memberikan peluang penempatan iklan yang lebih tepat.
Mengapa Bus Trans Jatim Menjadi Media Iklan yang Menarik?
Sistem Trans Jatim telah menjadi salah satu moda transportasi utama di kawasan metropolitan Surabaya.
Jumlah penumpangnya mencapai hampir 6 juta orang setiap tahun, dengan beberapa jalur utama:
Koridor 1
Sidoarjo – Surabaya – Gresik
Koridor 5
Surabaya – Bangkalan
Koridor 6
Sidoarjo – Mojokerto
Rute tersebut melewati:
- Kawasan industri
- Pusat bisnis
- Area perkantoran
- Permukiman padat
Artinya, satu bus berbranding tidak hanya menjangkau pengguna transportasi umum, tetapi juga dapat dilihat oleh ribuan pengguna jalan setiap hari.
Selain itu, bus memiliki area visual yang besar sehingga cocok digunakan untuk:
- Peluncuran produk baru
- Kampanye brand awareness massal
- Aktivasi pemasaran regional
- Kampanye pemerintah dan layanan publik
Potensi Iklan Mobil dan Motor Terus Berkembang
Selain bus, kendaraan mitra ride-hailing juga menjadi aset media iklan yang bernilai.
Saat ini:
- Grab memiliki lebih dari 3,7 juta mitra pengemudi
- Gojek memiliki lebih dari 3 juta pengemudi
Platform mobile advertising telah membuktikan bahwa model car advertising dapat berjalan efektif di berbagai kota termasuk Surabaya.
Keunggulan terbesar media ini adalah:
Fleksibilitas.
Berbeda dengan billboard yang hanya berada di satu lokasi, kendaraan beriklan dapat bergerak mengikuti area target konsumen seperti:
- Kawasan perkantoran
- Area kampus
- Pusat perbelanjaan
- Kawasan hunian premium
- Area industri
Dengan begitu, brand dapat menentukan jangkauan yang lebih sesuai dengan tujuan kampanye.
Bagaimana Data Membuktikan Efektivitas OOH Advertising?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iklan luar ruang memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan brand awareness.
Contohnya:
Program GoScreen milik Gojek mencatat:
- Lebih dari 4 juta impresi
- Menjangkau sekitar 850 ribu orang
Sementara penelitian akademik mengenai iklan Gojek menunjukkan:
Adanya hubungan kuat antara media OOH dan brand awareness dengan nilai korelasi 0,826.
Penelitian juga menunjukkan bahwa dalam iklan luar ruang, komunikasi visual yang sederhana dan langsung sering kali lebih efektif dibandingkan pesan yang terlalu panjang.
Karakteristik kampanye OOH yang efektif:
- Logo besar
- Pesan singkat
- Visual kuat
- Warna kontras
- Call-to-action yang mudah diingat
Integrasi OOH dan Digital Marketing Menjadi Tren Baru
Salah satu kesalahan terbesar dalam menggunakan iklan luar ruang adalah menganggap OOH hanya berfungsi untuk meningkatkan awareness.
Saat ini, kampanye pemasaran yang efektif menggabungkan:
OOH + Strategi Digital Marketing
Beberapa pendekatan yang umum digunakan:
QR Code
Konsumen dapat langsung mengakses website, halaman kampanye, atau aplikasi setelah melihat kendaraan beriklan.
Hashtag Campaign
Mendorong diskusi dan User Generated Content (UGC) di media sosial.
Social Listening
Menganalisis percakapan online yang muncul setelah kampanye berjalan.
GPS Tracking
Mengukur area jangkauan kendaraan secara aktual.
Pendekatan ini membuat OOH tidak hanya menjadi media branding, tetapi juga menjadi bagian dari:
Strategi Full-Funnel Marketing.
Strategi Mobile Advertisement Berdasarkan Target Konsumen di Surabaya
Jika Targetnya Pasar Massal
Gunakan iklan motor pada area:
- Diponegoro
- Urip Sumoharjo
- Wonokromo
- Basuki Rahmat
Karena memiliki volume kendaraan tinggi dan mampu menjangkau audiens luas.
Jika Targetnya Konsumen Menengah Atas (SES A-B)
Gunakan iklan mobil pada area:
- Mayjend Yono Suwoyo
- HR Muhammad
- Raya Darmo
- Mayjen Sungkono
Karena memiliki konsentrasi konsumen dengan daya beli lebih tinggi.
Jika Tujuannya Reach dan Frekuensi Tinggi
Gunakan iklan bus Trans Jatim pada:
- Koridor 1
- Koridor 5
Karena melewati pusat aktivitas bisnis, industri, dan jalur komuter setiap hari.
Cara Mengukur ROI Kampanye OOH Mobile Advertisement
Salah satu tantangan terbesar dalam OOH adalah:
Pengukuran performa.
Saat ini banyak agensi dan brand manager menggunakan kombinasi tiga metode:
1. GPS Tracking
Mengukur rute kendaraan dan area cakupan.
2. Social Listening
Menganalisis keyword, percakapan, dan UGC yang muncul selama kampanye.
3. Brand Recall Survey
Mengukur peningkatan brand awareness setelah kampanye selesai.
Ketiga metode ini memberikan gambaran yang lebih lengkap dibandingkan hanya mengandalkan estimasi impresi.
Kesimpulan
Data terbaru menunjukkan:
Surabaya merupakan salah satu pasar paling potensial untuk OOH Mobile Advertisement di Indonesia.
Dengan:
- Jumlah kendaraan yang besar
- Jalur transportasi dengan traffic tinggi
- Pertumbuhan penggunaan transportasi publik
- Penetrasi internet dan media sosial yang kuat
Kombinasi:
Iklan mobil, iklan motor, dan iklan bus Trans Jatim
menciptakan peluang besar bagi brand.
Bagi perusahaan yang ingin meningkatkan awareness, memperluas jangkauan regional, atau memperkuat strategi digital marketing:
Mobile Advertisement bukan lagi sekadar alternatif billboard, tetapi telah menjadi salah satu kanal media yang semakin penting dalam strategi pemasaran modern